Wednesday, 11 July 2018

Jiwa rapuh tak kental

Dalam melakukan kebangkitan kita sering tidak mengambil kira sikap idealis. 

Kita sering mengukur lantas menukar kesempurnaan dengan kesederhanaan yg menghilangkan perkiraan tentang konsep ‘wasato jabalun.’ 

Kalau berketua, wala kita kepadanya sering mengikut rasional separuh tiang tanpa nilai kesempurnaan yg berlandaskan pengetahuan yg tidak bersalahan dan akal fikiran yg sah. 

Kalau dalam kumpulan, kita menjurus mengamal idealisma individualistik; diri dulu ummah kemudian. 

Kalau berkorban, sering lari dalam perjuangan jauh dari menjadi seorang mujahidin. 

Jiwa rapuh tak kental. 

Kata pendita Zaaba, ”bekerja bersama-sama jika mereka berhajat hendak mengangkat diri mereka ke tempat yang lebih tinggi daripada kerendahannya dan kenyataannya (kebangsatannya) yang menyelubungi mereka sekarang ini."


No comments:

Post a Comment